Biaya tetap per bulan
total biaya tetap: Rp6.000.000
Belum tahu biaya per unit? Hitung dulu dengan Kalkulator HPP di menu tools.
titik impas / bulan
667 unit
per minggu 156 · per hari 26
margin kontribusi / unit
Rp9.000
60%
omzet impas / bulan
Rp10.005.000
Grafik titik impas
- pendapatan
- total biaya
- area rugi
- area laba
Tabel data grafik
| unit | pendapatan | total biaya | laba/rugi |
|---|---|---|---|
| 0 | Rp0 | Rp6.000.000 | −Rp6.000.000 |
| 335 | Rp5.025.000 | Rp8.010.000 | −Rp2.985.000 |
| 670 | Rp10.050.000 | Rp10.020.000 | Rp30.000 |
| 1.005 | Rp15.075.000 | Rp12.030.000 | Rp3.045.000 |
| 1.340 | Rp20.100.000 | Rp14.040.000 | Rp6.060.000 |
Target laba
unit dibutuhkan / bulan
1.000 unit
per hari 39
omzet dibutuhkan
Rp15.000.000
Bagaimana jika harga berubah?
harga baru
Rp15.000
titik impas baru
667 unit
per hari 26
selisih
0 unit
Apa itu titik impas?
Biaya tetap adalah biaya yang harus dibayar berapa pun jumlah penjualan: sewa tempat, gaji karyawan tetap, listrik dasar, cicilan alat.
Biaya variabel naik-turun mengikuti jumlah yang terjual: bahan baku, kemasan, ongkos per pesanan.
Titik impas (break-even point) adalah jumlah penjualan saat pendapatan tepat menutup semua biaya: tidak untung, tidak rugi. Di atasnya, tiap unit menyumbang laba sebesar margin kontribusinya.
Contoh: warung kopi dengan biaya tetap Rp6.000.000/bulan, harga Rp15.000 per gelas, biaya bahan Rp6.000 per gelas. Margin Rp9.000 per gelas, jadi titik impas = 6.000.000 / 9.000 = 667 gelas per bulan, sekitar 26 gelas per hari dengan 26 hari jualan.